Sabtu, 12 Maret 2011

Sinopsis The Last Air Bender


A pair of brothers are busy looking for prey in the cold snow. They are one of the villagers who tried to survive in the vast white continent that occur due to bad weather is very cold. They accidentally found the oddity in that hardens underwater. Curiosity both sisters eventually took them to a little boy and a bull flying.
Fate brings Katara (Nicola Peltz) and Sokka (Jackson Rathbone) finds Aang (Noah Ringer) and a huge white bull and able to fly into space. Two sisters from the water tribe did not know about Aang, the Avatar finally bring it to their village.
But unfortunately, the discovery of Katara and Sokka in the know by Prince Zuko (Dev Patel) who was exiled by his father which is actually a tribal leader of the fire. Prince Zuko was exiled because of doubt about his ability as a tribal fire. And will be recognized by the father if he managed to find the Avatar is almost 100 years to disappear.
With the threat of tribal forces fire, Aang finally willing to part with Prince Zuko to be brought into the country of Fire. But Katara and Sokka who feel responsible for the life of the Avatar Aang tries to free them. The three new friends were eventually able to escape and begin to find out the identity of Aang.
Aang who has been missing for 100 years did not realize that he is the hope of all the tribes who had been oppressed by the state fire. Aang was angry when the monks who taught him the air controls were killed by army fire country. Aang avatar the las water Bender
An Avatar is a person who can control all four elements. Air, water, earth and fire are the elements that must be mastered by those who elected to Avatar. Aang who fled from the temple have not had time to learn the three other elements because it is not strong accept his destiny as the Avatar.
With the pursuit of state troops fire especially Prince Zuko, Aang, Katara and Sokka finally begin an adventure to learn the control of water which can not be controlled by Aang. Spare water in the northern hemisphere is the third destination of this new friend to learn the water control.
The story of The Last Airbender appointed pursuant to the movie adaptation of the television series titled Avatar: The Last Airbender created by Michael Dante DiMartino and Bryan Konietzko. Adventures of three friends is full of exciting action. Ranging from sophisticated effects presented by M. Night Shyamalan film as captain, until the action between Aang and Prince Zuko who each hold a different element.
One of which is stressful enough when Aang control sea water and creates very high waves to repel the army of the fire along with their warships from the last bastion of the northern tribes of the earth.

Jumat, 11 Maret 2011

Teknik Penulisan Karya Ilmiah


Teknik penulisan makalah sebagai sebuah karya ilmiah secara umum tidak berbeda dengan teknik penulisan skripsi, tesis dan disertasi. Dibeberapa perguruan tinggi seperti di Universitas Negeri Malang , penulisan makalah merupakan bagian tidak terpisahkan dalam proses belajar mengajar. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah antara lain : jenis dan ukuran kertas, margin pengetikan, pemenggalan kata, cara membuat penomoran, cara mengutip dan teknik penulisan kutipan, cara penulisan catatan kaki dan penulisan daftar pustaka.
Saat ini komputer lazim digunakan untuk pengetikan karya ilmiah. Dengan program pengolah kata dan menu yang bisa dikatakan lengkap, penulisan karya ilmiah sangat dimudahkan dalam pengerjaannya. Ini tentu berbeda dengan mesin tik manual yang lebih terbatas kemampuannya. Karena itu teknik pengetikan karya ilmiah pada postingan ini mengacu kepada pengetikan dengan menggunakan komputer.
A.    JENIS DAN UKURAN KERTAS
Jenis kertas yang digunakan untuk menulis karya ilmiah, baik makalah, skripsi, tesis ataupun disertasi adalah kertas HVS 70 gram dengan ukuran A4 (21 x 29.7 cm).
B. MARGIN PENGETIKAN
1. Pada setiap lembar kertas karya ilmiah, yang boleh digunakan untuk pengetikan hanya satu muka (halaman), tidak diperbolehkan bolak balik (dua muka/halaman).
2. Skripsi, tesis dan disertasi diketik dua spasi. Batas pinggir kertas (margin) yang harus dikosongan adalah 4 cm tepi kiri (left margin) untuk karya tulis yang menggunakan huruf latin, dan 4 cm pada tepi kanan (right margin) untuk karya tulis yang menggunakan huruf arab.
3. Batas pinggir kertas sebelah kanan (right margin) untuk karya tulis yang menggunakan huruf latin adalah 3 cm, dan batas pinggir kiri (left margin) untuk karya tulis yang menggunakan huruf arab juga 3 cm.
4. Tepi sebelah atas (top margin) dan tepi sebelah bawah (bottom margin) yang harus dikosongkan masing-masing adalah 3 cm, baik untuk karya tulis yang menggunakan huruf latin maupun huruf arab.
5. Pada setiap alenia (paragraf) baru, ketikan dimulai menjorok (tabbing) dari garis margin.
C. PENULISAN DAN PEMENGGALAN KATA
1. Pemenggalan suku kata (hypenation) mengikuti aturan baku tata bahasa Indonesia.
2. Pada akhir baris, dihindari pemenggalan suku kata baik diawal maupun diakhir kata, yang hanya terdiri dari satu huruf, contohnya : mempunya-i, menyadar-i, i-munisasi, a-pabila.
3. Bilangan bernama, seperti Rp. 50, pukul 12.00 tidak boleh dipenggal. Sementara bila nama itu ditulis sesudah nama bilangan dan bukan singkatan, pemenggalan boleh dilakukan seperti 10 kilometer, 15.000 rupiah, dan sebagainya.
4. Inisial nama orang tidak boleh dipisahkan dari nama keselurruhan (lengkap) seperti : R.A. (dipisahkan dari) Kartini, H.A (dipisahkan dari) Salim.
5. Dalam tulisan arab tidak dibenarkan adanya pemenggalan kata, termasuk kata ganti yang berhubungan dengan kata yang bersangkutan.
6. Bilangan-bilangan dalam teks yang terdiri dari satu atau dua kata ditulis dengan huruf. Bilangan lebih dari dua kata ditulis dengan angka, contohnya : “Rata-rata warga Sidoarjo makan tiga kali sehari”, “Jarak Sidoarjo – Malang sejauh 120 kilometer dapat ditempuh dalam waktu 2 jam”.
7. Persen, tanggal, jumlah uang, nomor rumah, nomor telepon, pecahan desimal, dan bilangan yang disertai dengan singkatan harus ditulis dengan angka, contoh : 10%, 19 September 1985, Rp. 12.000, Jalan Pertanian Nomor 1 Bengkalis, telepon 085278814442, 0.18, 7 km.
8. Kalimat tidak boleh dimulai dengan angka. Untuk menghindari itu, susunan kalimat harus diubah, kalau terpaksa kalimat itu tidak dapat diubah susunannya maka angka itu ditulis penuh dengan huruf.
9. Judul buku, nama majalah, koran, jurnal, dan kata asing termasuk kata yang berasalh dari daerah yang bukan merupakan kata baku dalam bahasa Indonesia, diketik miring (italic). Sementara nama-nama asing seperti nama lembaga, tidak diketik miring, contoh : World Health Organization, Rabitah al-Alam al-Islamy.
10. Penulisan nama orang harus sesuai dengan tulisan nama diri mereka. Nama orang berbahasa Arab tetapi bukan asli orang Arab tidak perlu dialih aksarakan, contoh : Nurcholish Madjid, bukan Nur Khalis Majid, Mohamad Roem, bukan Muhammad Rum, Fazlur Rahman bukan Fadl al-Rahman.
D. SISTEM PENOMORAN
1. Nomor halaman bagian awal pada karya ilmiah yang menggunakan huruf latin, berupa romawi kecil, yaitu i, ii, iii, iv dan seterusnya. Dimulai dari halaman kata pengantar dan diletakkan di tengah bagian bawah (bottom center) halaman tersebut. Pada karya ilmiah yang menggunakan huruf arab angka romawi kecil dingati dengan abjad arab.
2. Pada bagian tengah dan bagian akhir, dimulai dari Bab Pendahuluan dan seterusnya, nomor halamannya berupa angka latin, ditulis pada sudut kanan atas untuk karya ilmiah yang menggunakan huruf latin, dan sudut kiri atas untuk karya ilmiah yang menggunakan huruf arab nomor halamannya berupa angka arab. Kecuali pada halaman PENDAHULUAN (BAB I), BAB-BAB selanjutnya dan DAFTAR PUSTAKA nomor pada halaman-halaman yang disebut terakhir ditempatkan ditengah bagian bawah (bottom center) halaman sebagaimana nomor halaman pada bagian awal. Di belakang nomor halaman tidak diberi tanda titik.
3. Nomor pada BAB ditulis dengan angka romawi besar, seperti BAB I, BAB II, BAB III dan seterusnya diletakkan ditengah (center) diatas judul BAB untuk karya ilmiah yang menggunakan huruf latin, sedangkan untuk karya ilmiah yang menggunakan huruf arab, bab itu ditulis penuh dengan huruf.
4. Penomoran selanjutnya yaitu nomor sub-bab, sub-sub bab dan seterusnya digunakan kombinasi angka dan huruf latin. Dengan demikian untuk karya tulis yang menggunakan huruf latin sistem penomoran adalah sebagai berikut : angka romawi besar untuk nomor bab, huruf kapital latin untuk sub bab, angka arab untuk sub bab dan seterusnya.
5. Nomor pada catatan kaki dimulai dari angka 1 pada setiap bab baru. Karena itu pada setiap bab baru sumber tulisan ditulis dengan lengkap.
E. KUTIPAN LANGSUNG DARI BUKU ATAU ARTIKEL
Yang dimaksud dengan kutipan langsung dari buku atau artikel adalah pengambilan secara langsung bagian-bagian tertentu tulisan dari sumber yang digunakan. Ada dua bentuk kalimat yang dikutip langsung, yakni kalimat interpolasi (kutipan sebagaimana adanya baik dalam susunan kalimat maupun tanda baca) dan kalimat elips (kutipan yang mengambil bagian yang terpenting saja).
Dalam pengutipan kalimat interpolasi, cara penulisanyang digunakan adalah : ditulis menjorok (tabbing) dalam satu spasi dengan mencantumkan tanda kutip ganda (“) pada awal dan akhir kutipan, dan sumber kutipan dalam catatan kaki.
F. KUTIPAN TIDAK LANGSUNG DARI BUKU ATAU ARTIKEL
Yang dimaksud dengan kutipan tidak langsung adalah kutipan yang hanya mengambil artinya dalam bentuk saduran, kesimpulan dan parafrase. Pada akhir kutipan kalimat tidak langsung ini dicantumkan catatan kaki yang menjelaskan sumber ide, kesimpulan atau prafrase itu berasal.
G. KUTIPAN LANGSUNG AYAT AL-QUR’AN DAN HADITS ATAU KITAB SUCI LAIN
Dalam pengutipan secara utuh ayat Al-Qur’an, hadist, atau ayat-ayat kitab suci lain, maka kutipan itu ditulis terlebih dahulu dalam bahasa aslinya (jika memungkinkan) dan dicantumkan terjemahannya dengna tnada kutip ganda (“) pada awal dan akhir kutipan serta ditulis menjorok (tabbing) dalam 1 (satu) spasi.
H. KUTIPAN TIDAK LANGSUNG AYAT AL-QUR’AN DAN HADITS ATAU KITAB SUCI LAIN
Dalam pengutipan bagian-bagian terpenting (elipsing) dari ayat al-Qur’an, hadist atau ayat-ayat dari kitab suci lain yang menjadi bagian dari naskah tulisan, maka penulisannya hampir sama dengan kutipan langsung tetapi tidak menggunakan tanda kutip ganda (“).
I. PENULISAN CATATAN KAKI (FOOT NOTE)
Penulisan catatan kaki mengikuti kalimat atau bagian paragraf yang dikutip baik langsung, maupun tidak langsung dan ditandai dengan nomor yang tersusun secara urut dan ukurannya lebih kecil dari huruf atau angka yang digunakan dalam naskah (superscript) dalam satu spasi. Sumber tulisan yang digunakan pertama kali memuat secara utuh nama penulis, judul buku atau tulisan (ditulis miring/italic), tempat penerbitan, penerbit, tahun dan halaman yang dirujuk. Untuk penanda halaman digunakan huruf h. Untuk tulisan latin dan .? untuk tulisan arab.
Jika sumber tulisan yang sama digunakan kembali, maka penulisannya hanya mencantumkan kata ibid. Dan bila sumber tulisan yang sama dipakai kembali setelah disela sumber tulisan lain, maka nama penulis (boleh dipendekkan dan tidak disingkat), judul buku atau tulisan (ditulis miring, boleh dipendekkan dan tidak disingkat), dan halaman saja, yang harus ditulis. Jika penulis yang sama menulis karya yang berbeda, maka prosedur awal diulang kembali.
J. PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
Dalam daftar pustaka, cantumkan sumber-sumber tulisan yang benar-benar digunakan dalam penulisan karya akademik itu. Enteri sumber disusun secara alphabet dengan mendahulukan nama keluarga penulis, dan informasi lengkap karya yang dihasilkan.