Jumat, 25 Maret 2011

Teknik pengetikan Karya Keilmuan


a)      Kertas dan Bidang Pengetikan
Kertas yng digunakan yaitu jenis HVS putih ukuran A4(21,0 cm X 29,7 cm) kuarto (21cmX28cm) minimal 70 gram untuk skripsi thesis disertasi dan 6 gram untuk makalah artikel dan laporan penilitian Bidang pengetikan berjarak 4cm tepi kiri kertas 3cm dari tepi atas kanan, dan bawah kertas untuk teks spasi ganda setiap halaman sebaiknya tidak melebihi 26 baris
b)      Ukuran Huruf
Bagian-bagian suatu bab untuk skripsi tesis disertasi makalah dan laporan menggunakan ukuran huruf yang berbeda
12 poin judul bab judul subbab teks induk abstrak lampiran dan daftar rujukan
10 poin kutipan blok abstrak makalah dan artikel judul tabel judul bagan gambar teks tabel teks gambar catatan ahir, catatan kaki  indeks, header-footer
c)       Modus Huruf
Menggunakan huruf normal miring tebal dan garis bawah diuraikan berikut ini. Huruf normal digunakan untuk teks induk abstrak kata-kata kunci tabel gambar bagan catatan dan lampiran. huruf miring digunakan untuk kata non indonesia (asing a”192802 tau daerah) istilah yang lazim/dikenal, bagian penting/dipentingkan contoh dalam teks utama judul subbab peringkat empat pada alternatif tiga judul buku jurnal majalah dan surat kabar dalam  teks utama dalam daftar rujukan. Huruf tebal digunakan untuk judul bab judul subbab bagian penting dari suatu contoh di cetak tebal miring garis bawah tidak perlu di gunakan kecuali dalam hal yang sangat khusus misalnya untuk pengetikan secara manual fungsi garis bawah digantikan huruf miring
d)      Spasi
Untuk pengetikan makalah skripsi tesis disertasi serta laporan penelitian di cetak dengan spasi ganda sedangkan artikel cukup 1,5 spasi saja untuk keterangan gambar grafik lampiran tabel dan daftar rujukan  diketik  dengan spasi tunggal judul bab di cetak turun 4 spasi dari garis tepi atas bidang ketikan
Jarak antara akhir judul bab dan awal teks adalah 4 spasi jarak antara akhir teks dengan subjudul 3 spasi dan jarak antara subjudul dengan awal teks berikutnya adalah 2 spasi jarak antar paragraf sama dengan jarak antar baris yakni 2 spasi dan 1,5 spasi utuk artikel  jarak antara sumber rujukan dalam daftar rujukan dua spasi
Spasi antarkata tidak boleh terlalu renggang spasi antar kata yang di perbolehkan maksimal ukuran 1 huruf tepi kiri wajib rata sedangakan tepi kanan boleh rata atau tidak rata. Jika tepi kanan rata agar di upayakan  spasi antar kata cukup rapat agar spasi antar kata cukup rata kata yang di pinggirkan jika perlu di putus menurut suku katanya (fasilitas hyphenation diktifkan: on) mengikuti kaidah bahasa indonesia baku
e)      Paragraf dan Penomoran
Kalimat pertama setiap paragraf di mmulai 1,2 cm dari tepi kiri bidang pengetikan atau dimulai  6 huruf dari tepi kiri. Sesudah tanda baca titik, titik dua, titik koma dan koma perlu di beri satu ketukan kosong bilangan ditulis dengan angka bukan huruf kecuali bilangan pada awal kalimat
Bagian awal skripsi atau makalah yang cukup tebal nomor halaman menggunakan angka romawi kecil di tengah bawah sedangkan nomor halaman bagian pendahuluan bahasan dan penutup menggunakan nomor halaman angka arab di kanan atas kecuali nomor halaman bab baru yang di tulis di tengah bawah halaman. Nomor halaman untuk lampiran di tulis dengan menggunakan nomor halaman angka arab di sudut kanan atas melanjutkan nomor halaman sebelumnya
f)       Petunjuk Praktis Teknis Penulisan
Hal hal yang perlu di perhatikan
1.       Berilah jarak tiga spasi antara tabel atau gambar dengan teks sebelum dan sesudahnya
2.       Judul tabel atau gambar beserta tabel atau gambarnya harus di tempatkan pada halaman yang sama (jika memungkinkan). Penyebutan tabel atau gambar dalam teks menggunakan kata tabel....atau gambar....( diberi nomor sebagai identitas)
3.       Tepi kanan teks tidak harus rata oleh karena itu kata pada akhir baris tidak harus di potong. Jika terpaksa harus di potong, tanda hubungnya di tulis setelah huruf akhir, tanpa di sisipi spasi, bukan di letakkan di bawahnya
4.       Tempatkanlah nomor halaman di halaman pojok kanan atas pada setiap halaman, kecuali halaman pertama setiap bab dan halaman. Bagian awal. Nomor halaman awal bab, dan bagian awal di tulis di tengah bagian bawah halaman
5.       Semua nama penulis dalam daftar rujukan harus di tulis, walaupun penulis yang sama memiliki beberapa karya yang di jadikan acuan dalam teks
6.       Nama awal dan nama tengah dapat di tulis secara lengkap atau di singkat asal dilakukan secara konsisten dalam satu daftar  rujukan
7.       Daftar hanya berisi sumber yang di gunakan sebagai acuan dalam teks, dan semua sumber yang di kutip (secara langsung ataupun tidak langsung) harus ditulis dalam daftar rujukan
-        Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan
1.       Tidak boleh ada bagian yang kosong pada halaman, kecuali jika halaman tersebut merupakan akhir dari suatu bab
2.       Tidak boleh memotong tabel menjadi dua bagian (dalam dua bagian) jika memang bisa ditempatkan di halaman yang sama
3.       Tidak boleh tanda apapun sebagai pertanda berakhirnya suatu bab
4.       Tidak boleh menempatkan judul subbab dan identitas tabel pada akhir halaman (kaki halaman)
5.       Perincian tidal boleh menggunakan tanda hubung (-), tetapi menggunakan tanda bulit. Ukuran besar kecilnya bulit yang digunakan disesuaikan dengan ukuran huruf yang mengikutinya. Rincian dengan menggunakan angka hanya diperbolehkan jika mengandung pengertian langkah-langkah atau prosedur
6.       Tidak boleh menambahkan spasi antar kata dalam suatu baris yang bertujuan meratakan tepi kanan
7.       Daftar rujukan tidak boleh ditempatkan di kaki halaman atau akhir setiap bab Daftar rujukan hanya boleh di tempatkan setelah bab terakhir dan sebelum  lampiran-lampiran (jika ada)

Senin, 21 Maret 2011

Unsur-Unsur Teknik Vocal


TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.
UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :
  1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
  2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.
Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
Pernafasan Dada: cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
Pernafasan Perut: udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.
Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
  1. Phrasering adalah : aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
  2. Sikap Badan : adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.
  3. Resonansi adalah : usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.
  4. Vibrato adalah : Usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberigelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu.
  5. Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.
  6. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.
Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :
·         Pendengaran yang baik
·         Kontrol pernafasan
·         Rasa musical.
NADA adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.
SIFAT NADA ADA 4 (EMPAT) :
  1. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada.
  2. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
  3. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.
  4. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.
AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang.
Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya.
CRESCENDO adalah suara pelan berangsur-angsur keras.
DESCRESCENDO adalah suara keras berangsur-angsur pelan.
STACATO adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah.
SUARA MANUSIA DIBAGI 3 (TIGA) :
  1. Suara Wanita Dewasa ;
Sopran (suara tinggi wanita)
Messo Sopran (suara sedang wanita)
Alto (suara rendah wanita)
  1. Suara Pria Dewasa :
Tenor (suara tinggi pria)
Bariton (suara sedang pria)
Bas (suara rendah pria)
  1. Suara Anak-anak :
Tinggi
Rendah.
TANGGA NADA DIATONIS adalah rangkaian 7 (tujuh) buah nada dalam satu oktaf yang mempunyai susunan tinggi nada yang teratur.
Tangga Nada Diatonis Mayor adalah Tangga Nada yang mempunyai jarak antar nadanya 1 (satu) dan ½ (setengah).
Ciri-ciri tangga nada Diatonis Mayor :
  1. Bersifat riang gembira
  2. Bersemangat
  3. Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C
  4. Mempunyai pola interval : 1 , 1 ,. ½, 1 , 1 , 1, ½
Ciri-ciri Tangga nada Diatonis Minor :
  1. Kurang bersemangat.
  2. Bersifat sedih
  3. Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A
  4. Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1 .
Catatan : Teori ini kurang sesuai dengan musik Dangdut yang banyak berkembang di Indonesia.
Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor : Maju Tak Gentar, Indinesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, Mars Pelajar.
Contoh Lagu yang bertangga nada Minor : Syukur, Tuhan, Gugur Bunga.
TANGGA NADA KROMATIS adalah tangga nada yang mempunyai jarak antar nadanya hanya ½ . Contoh : C – Cis – D – Dis- E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B
TANGGA NADA ENHARMNONIS adalah rangkaian tangga nada yang mempunyai nama dan letak yang berbeda, tetapi mempunyai tinggi nada yang sama.
Contoh : Nada Ais-Bes, Cis-Des, Gis-As, Dis-Es, Fis-Ges.
APRESIASI yaitu Totalitas kegiatan yang meliputi penglihatan, pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap suatu karya seni.
BIRAMA adalah ketukan tetap yang berulang-ulang pada sebuah lagu. Contoh birama :
2/4 , 3/4 , 4/4 , 6/8
PADUAN SUARA adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan jiwa lagu yang dibawakan.
JENIS-JENIS PADUAN SUARA :
  1. Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara.
  2. Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia yang sejenis, contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anak-anak.
  3. Paduan Suara 3 sejenis S – S – A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto.
  4. Paduan Suara 3 suara Campuran S – A – B, yaitu paduan suara yang menggiunakan 3 suara campuran , contoh : Sopran, Alto Bass.
  5. Paduan suara 3 sejenis T- T – B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass.
  6. Paduan Suara 4 suara Campuran, yaitu paduan suara yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita, dengan suara S – A – T – B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.
DIRIGEN / CONDUCTOR adalah orang yang memimpin Paduan Suara.
Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik :
  1. memiliki sifat kepemimpinan
  2. memiliki ketahanan jasmani yang tangguh
  3. sebaiknya sehat jasmani dan rohani
  4. simpatik
  5. menguasai cara latihan yang efektif
  6. memiliki daya imajinasi yang baik
  7. memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bermain musik.
TANDA DINAMIK adalah tanda utuk menyatakan keras, lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Contoh-contoh Tanda Dinamik :
1. f : forte = keras
2. ff : fortissimo = sangat keras
3. fff : fortissimo assai = sekeras mungkin
4. mf : mezzo forte = setemgah keras
5. fp : forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lembut
6. p : piano = lembut
7. pp : pianissimo = sangat lembut
8. ppp : pianissimo possibile = selembut mungkin
9. mp : mezzo piano = setengah lembut
PERUBAHAN TANDA DINAMIKA :
- Diminuendo (dim) : melembut
- Perdendosi : melembut sampai hilang
- Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang
- Calando : mengurangi keras
- Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun
- Cresscendo : berangsur-angsur keras
- Decrsescendo : berangsur-angsur lembut
TANDA TEMPO adalah tanda yang diguakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan. A.TANDA TEMPO CEPAT :
1. Allegro : cepat
2. Allegratto : agak cepat
3. Allegrissimo : lebih cepat
4. Presto : cepat sekali
5. Presstissimo : secepat-cepatnya
6. Vivase : cepat dan girang
B. TANDA TEMPO SEDANG :
1. Moderato : sedang
2. Allegro moderato : cepatnya sedang
3. Andante : perlahan-lahan
4. Andantino : kurang cepat
C. TANDA TEMPO LAMBAT :
1. Largo : lambat
2. Largissimo : lebih lambat
3. Largeto : agak lambat
4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan
5. Grave : sangat lambat sedih
6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan.
PERMATA / CORONA adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera